Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, harga emas Antam akhirnya ambruk hari ini
Jakarta – Harga emas Antam hari ini, Rabu (13/3/2024), akhirnya ambruk alias mengalami penurunan yang besar bila dibandingkan dengan harga kemarin.
Terpantau di situs Logammulia pada pukul 09.05 WIB, emas keluaran PT Antam turun sebesar Rp 10.000 per gram ke level Rp 1.200.000. Penurunan ini terjadi setelah kemarin berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di Rp 1.210.000.
HargaEmas.com – Sean Lusk, salah satu direktur lindung nilai komersial di Walsh Trading, mengatakan bahwa meskipun emas berada pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya, trennya tetap meningkat.
“Jalur dengan resistensi paling kecil masih lebih tinggi,” katanya. “Sekarang kita berada di atas level penting, level tertinggi lainnya hari ini, kita menembus beberapa garis tren.”
Ilustrasi harga emas yang sudah mencapai level Rp 1.199.000 per gram
Harga emas dunia terus melanjutkan kenaikannya pada Kamis(07/03/2024) pagi WIB. Hal ini dipicu oleh pernyataan Ketua Bank Sentral AS Jerome Powell kepada Kongres Amerika Serikat.
Berpidato di hadapan Kongres yang notabene Dewan Perwakilan Rakyat AS, Powel mengatakan bahwa suku bunga sudah berada pada puncaknya sehingga pemangkasan atas suku bunga kemungkinan besar akan terjadi di tahun ini.
Harga emas hari ini keluaran Logam Mulia Antam, Selasa (05/03/2024) cetak rekor lagi. Harga emas Antam naik lagi sebesar Rp 15.000 per gram ke level tertinggi sepanjang sejarah, yakni Rp 1.179.000 per gram.
Adapun emas dengan pecahan terkecil 0,5 gram berada di Rp 639.500. Sementara itu emas 10 gram dijual sebesar Rp 11.285.000. Sedangkan untuk pecahan yang terbesar, yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol di harga Rp 1.119.600.000.
Jakarta – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada akhir pekan lalu karena imbal hasil obligasi Departemen Keuangan AS melemah setelah The Fed menahan suku bunga.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April naik 0,59% menjadi ditutup pada US$2.054,70 per ounce.
Emas diprediksi masih sulit untuk balik menembus level $2.000
Jakarta – Harga emas menguat tipis setelah ambruk ke bawah level $2.000. Pada perdagangan Rabu (14/2/2024) harga emas di pasar spot ditutup melemah 0,08% di posisi $1.992,39 per troy ons. Harganya menguat tipis 0,01%. Kendati menguat, emas masih berada di bawah level $2.000 per troy ons.
Sementara, hingga pukul 06:48 WIB Kamis (15/2), harga emas di pasar spot bergerak naik 0,05% ke level $1.993,39 per troy ons.
Investor emas menanti cemas kabar dari Amerika Serikat yang akan dirilis pada hari Selasa (13/2).
Jakarta – Emas menguat pada awal perdagangan pekan ini, setelah ambruk tiga hari beruntun pada pekan lalu. Harga emas pekan ini diperkirakan akan volatile tergantung pada laju inflasi AS yang akan diumumkan Selasa (13/2/2024) waktu setempat.
Jakarta – Mengawali pekan ini, harga emas terpantau melemah seiring penguatan dolar AS dan imbal hasil US Treasury. Emas diproyeksi akan volatile pekan ini karena menunggu data inflasi Amerika Serikat (AS).
Pada perdagangan Jumat (5/1) harga emas di pasar spot ditutup menguat +0,11% di posisi $2045,49 per troy ons. Sementara, pada Senin (8/1/2024) pukul 06.40 WIB, emas di pasar spot bergerak lebih rendah -0,10% di posisi $2043,49.
Penguatan Dolar AS berakibat pada pelemahan harga emas dalam tiga hari terakhir.
Jakarta – Setelah menembus level tertinggi sepanjang masa (All Time High / ATH) di $2.135 pada hari Senin, 4 Desember 2023, harga emas berbalik arah dan mencatat penurunan selama tiga hari beruntun.
Adapun penurunan harga emas dalam tiga hari terakhir disebabkan oleh penguatan nilai tukar dolar AS. Investor juga menahan diri untuk membuat taruhan besar menjelang data pekerjaan utama AS yang dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai jalur suku bunga The Fed.
Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, ini ramalan harga emas selanjutnya.
Harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dalam beberapa hari terakhir. Disinyalir, salah satu penyebabnya adalah karena imbal hasil obligasi terus menurun dari puncaknya di bulan Oktober 2023.
Pada Senin (4/12/2023), harga emas di pasar spot mencapai level tertinggi sepanjang masa dengan menyentuh level $2.135,39 per troy ounce, sebelum akhirnya jatuh dan diperdagangkan di kisaran $2.027 pada siang hari.
Data juga menunjukkan bahwa harga emas berjangka juga mencapai level tertinggi intraday di posisi $2.152,30 pada hari Minggu sebelum anjlok 2% pada hari Senin.
“Saya pikir emas berada di hari-hari awal pasar bullish yang menembus ke level tertinggi baru,” kata Mike McGlone, ahli strategi makro senior Bloomberg Intelligence.
Untuk diketahui, logam mulia dipandang sebagai aset safe haven selama masa ketidakpastian. Kenaikan harga terjadi di tengah penurunan imbal hasil treasury 10-tahun karena pasar mengantisipasi The Fed akan menurunkan suku bunga tahun depan.
Imbal hasil jangka panjang yang lebih rendah biasanya mendorong investor membuang obligasi dan memilih logam mulia.
Michele Schneider, mitra dan direktur pendidikan dan penelitian perdagangan di MarketGauge.com, mengatakan bahwa dia memperkirakan emas bisa mencapai level US$ 3.000.
Dia juga mencatat bahwa emas telah bertahan di hadapan dolar AS yang stabil dan suku bunga yang lebih tinggi. Namun, tidak semua analis bersikap bullish.
“Suku bunga yang lebih rendah, karena harapan investor terhadap penurunan suku bunga The Fed pada tahun 2024, dan melemahnya dolar AS memberikan beberapa dukungan selama delapan minggu terakhir,” jelas Rob Haworth, direktur strategi investasi senior di US Bank Asset Management Group.
Dia menambahkan, “Pertanyaan kunci bagi investor emas yang bullish adalah apakah tren ini dapat dipertahankan. Perekonomian AS yang masih tumbuh dan sedikit tanda-tanda The Fed akan mempertimbangkan penurunan suku bunga kemungkinan akan mengurangi antusiasme jangka pendek terhadap emas.”
Pada hari Senin, CEO Opimus Octavio Marenzi memperingatkan investor agar tidak mengejar kenaikan emas dan kelas aset lainnya.
“Kesalahan terbesar adalah mengejar pasar dan terlambat satu hari untuk mendapatkan kelas investasi yang sedang naik daun setelah mereka mengalami reli dan lonjakan besar,” kata Marenzi kepada Yahoo Finance Live.
Prediksi Harga Emas
Melansir Kontan, Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong menambahkan, harga emas juga didukung oleh sentimen permintaan safe haven oleh bank sentral.
Informasi saja, bank sentral telah menjadi salah satu pembeli emas terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan rekor tertinggi pada paruh pertama tahun 2023.
Cadangan emas resmi global meningkat 120% dari kuartal ke kuartal dan merupakan total tertinggi kedua pada kuartal ketiga sejak kelompok industri World Gold Council mulai menerbitkan metrik triwulanan.
China merupakan pembeli terbesar, disusul Polandia dan Singapura.
Lukman pun optimistis reli harga emas akan bersifat jangka panjang, walau harga emas sudah tinggi.
Beriringan dengan kenaikan harga emas, ia memperkirakan juga dapat mengerek naik harga emas Antam. Namun, perlu diperhatikan bahwa harga emas Antam juga dipengaruhi pergerakan rupiah.
“Sehingga apabila kenaikan harga emas dunia lebih tinggi dibandingkan penguatan rupiah, maka harga emas Antam diperkirakan akan ikut naik,” sebutnya.
Lukman menilai, harga emas akan kembali naik paling tidak ke level $2.200 – $2.300 tahun depan. Lalu dengan asumsi nilai tukar rupiah di kisaran Rp 15.500 per dolar AS, harga emas Antam akan berkisar di Rp 1.225.000 sampai Rp 1.280.000.