
Jakarta – Harga emas memang tercatat mengalami volatilitas. Bahkan pekan ini emas mencatatkan harga terendah selama 6 bulan terakhir.
Analis Logam Mulia Daniel Briesemann mengungkapkan harga emas diprediksi berada di bawah tekanan.

Jakarta – Harga emas memang tercatat mengalami volatilitas. Bahkan pekan ini emas mencatatkan harga terendah selama 6 bulan terakhir.
Analis Logam Mulia Daniel Briesemann mengungkapkan harga emas diprediksi berada di bawah tekanan.

Chicago – Emas terangkat hampir 1,75 persen pada akhir perdagangan Senin (Selasa, 23 Februari 2021 pagi WIB), mencatat keuntungan untuk hari ketiga berturut-turut ketika ekspektasi kenaikan inflasi memicu kekhawatiran valuasi ekuitas dan mendorong investor menuju logam safe-haven, sementara dolar AS yang lebih lemah memberikan dukungan lebih lanjut.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman pada bulan April di divisi COMEX New York Exchange, melonjak 31 dolar AS atau 1,74 persen menjadi ditutup pada 1.808,40 dolar AS per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (19/2/2021), emas berjangka menguat 2,4 dolar AS atau 0,14 persen menjadi pada 1.777,40 dolar AS.

Jakarta – Miliarder sekaligus orang terkaya dunia Elon Musk mengomentari harga Bitcoin dan Ethereum ketika mencapai level puncaknya pada akhir pekan.
Kepala Eksekutif Tesla yang cuitannya memicu reli mata uang digital itu membalas pengguna yang menyebut emas lebih baik daripada Bitcoin dan mata uang konvensional.

Jakarta – Kita sudah melihat bagaimana emas mengalami penurunan tajam pada pekan lalu, sesuai dengan yang direkomendasikan. Minggu lalu emas turun sebanyak $45 dari harga penutupan minggu sebelumnya oleh karena banyaknya berita yang negatif terhadap emas. Pertanyaannya adalah apakah emas akan turun lagi minggu ini sebelum memasuki fase “bullish” yang baru?
Level pertengahan dari $1,700 adalah suatu kesempatan membeli yang bagus. Meskipun demikian tidak berarti emas tidak akan turun lebih lanjut pada minggu ini.

Jakarta – Kenaikan harga emas dunia pada penutupan perdagangan pekan ini dinilai lebih karena faktor teknikal, sebab di awal perdagangan emas sudah merosot hingga menyentuh level terendah dalam 8 bulan terakhir di 1.759,29/troy ons.
Dan kabar buruknya adalah pemain-pemain besar sudah mulai menjual kepemilikan emasnya. BlackRock, sebuah perusahaan investasi terbesar di dunia dengan total aset kelolaan mencapai US$ 8,67 triliun, dilaporkan menjual kepemilikan emasnya.

JAKARTA – Harga emas sedikit menguat pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu pagi waktu Jakarta (20/2/2021). Harga merangkak naik untuk hari kedua berturut-turut setelah jatuh empat hari beruntun didorong pelemahan dolar AS.
Namun kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menahan keuntungan lebih lanjut logam mulia. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, terangkat US$2,4 atau 0,14 persen menjadi ditutup pada US$1.777,40 per ounce. Sehari sebelumnya, Kamis (18/2/2021), emas berjangka naik US$2,2 dolar AS atau 0,12 persen menjadi US$1.775,00.

Jakarta – Harga emas turun hampir menyentuh posisi terendah dalam 11 minggu dalam perdagangan Kamis. Hal ini dipicu oleh optimisme investor untuk pemulihan ekonomi global meningkatkan imbal hasil Treasury AS dan membuat investasi logam mulia kurang menarik.
Dikutip dari CNBC, Jumat (19/2/2021), harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD 1.774.21 per ounce, mendekati level terendah sejak 30 November 2020 di USD 1.767,20. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,1 persen pada USD 1.775.

Jakarta – Kabar kurang menyenangkan datang dari instrumen investasi emas. Komoditas yang sempat mencetak rekor harga emas tertinggi ini sekarang terus mengalami penurunan.
Bahkan harga emas diramal akan kembali turun. Hal ini karena investor global sudah mulai optimis dengan pemulihan ekonomi global dengan gencarnya progam vaksinasi di berbagai negara. Begini fakta-faktanya:

Jakarta – Tahun 2020 menjadi masa kejayaan emas. Harga logam mulia tersebut naik 25%. Namun di tahun 2021 yang baru berjalan dua bulan, harga emas malah terpelanting. Apa yang menyebabkan harga emas drop 6% lebih tahun ini? Masihkah emas menjadi aset yang menarik?
Level US$ 1.950/troy ons menjadi resisten kuat bagi bullion. Di tahun 2021 ini, emas tercatat hanya satu kali berada mendekati level tersebut, yakni pada 5 Januari lalu. Setelah itu emas cenderung terkoreksi.

Chicago – Emas tergelincir lagi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis, 18 Februari 2021 pagi WIB), memperpanjang penurunannya untuk hari keempat berturut-turut, karena ekspektasi untuk pemulihan ekonomi mengangkat dolar lebih kuat dan imbal hasil (yields) acuan obligasi pemerintah AS lebih tinggi.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, terpuruk lagi 26,2 dolar AS atau 1,46 persen menjadi ditutup pada 1.772,80 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (16/2/2021), emas berjangka anjlok 24,2 dolar AS atau 1,33 persen menjadi 1.799,00 dolar AS.