Ilustrasi harga emas yang sudah mencapai level Rp 1.199.000 per gram
Harga emas dunia terus melanjutkan kenaikannya pada Kamis(07/03/2024) pagi WIB. Hal ini dipicu oleh pernyataan Ketua Bank Sentral AS Jerome Powell kepada Kongres Amerika Serikat.
Berpidato di hadapan Kongres yang notabene Dewan Perwakilan Rakyat AS, Powel mengatakan bahwa suku bunga sudah berada pada puncaknya sehingga pemangkasan atas suku bunga kemungkinan besar akan terjadi di tahun ini.
Harga emas hari ini keluaran Logam Mulia Antam, Selasa (05/03/2024) cetak rekor lagi. Harga emas Antam naik lagi sebesar Rp 15.000 per gram ke level tertinggi sepanjang sejarah, yakni Rp 1.179.000 per gram.
Adapun emas dengan pecahan terkecil 0,5 gram berada di Rp 639.500. Sementara itu emas 10 gram dijual sebesar Rp 11.285.000. Sedangkan untuk pecahan yang terbesar, yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol di harga Rp 1.119.600.000.
Jakarta – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada akhir pekan lalu karena imbal hasil obligasi Departemen Keuangan AS melemah setelah The Fed menahan suku bunga.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April naik 0,59% menjadi ditutup pada US$2.054,70 per ounce.
Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, ini ramalan harga emas selanjutnya.
Harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dalam beberapa hari terakhir. Disinyalir, salah satu penyebabnya adalah karena imbal hasil obligasi terus menurun dari puncaknya di bulan Oktober 2023.
Pada Senin (4/12/2023), harga emas di pasar spot mencapai level tertinggi sepanjang masa dengan menyentuh level $2.135,39 per troy ounce, sebelum akhirnya jatuh dan diperdagangkan di kisaran $2.027 pada siang hari.
Data juga menunjukkan bahwa harga emas berjangka juga mencapai level tertinggi intraday di posisi $2.152,30 pada hari Minggu sebelum anjlok 2% pada hari Senin.
“Saya pikir emas berada di hari-hari awal pasar bullish yang menembus ke level tertinggi baru,” kata Mike McGlone, ahli strategi makro senior Bloomberg Intelligence.
Untuk diketahui, logam mulia dipandang sebagai aset safe haven selama masa ketidakpastian. Kenaikan harga terjadi di tengah penurunan imbal hasil treasury 10-tahun karena pasar mengantisipasi The Fed akan menurunkan suku bunga tahun depan.
Imbal hasil jangka panjang yang lebih rendah biasanya mendorong investor membuang obligasi dan memilih logam mulia.
Michele Schneider, mitra dan direktur pendidikan dan penelitian perdagangan di MarketGauge.com, mengatakan bahwa dia memperkirakan emas bisa mencapai level US$ 3.000.
Dia juga mencatat bahwa emas telah bertahan di hadapan dolar AS yang stabil dan suku bunga yang lebih tinggi. Namun, tidak semua analis bersikap bullish.
“Suku bunga yang lebih rendah, karena harapan investor terhadap penurunan suku bunga The Fed pada tahun 2024, dan melemahnya dolar AS memberikan beberapa dukungan selama delapan minggu terakhir,” jelas Rob Haworth, direktur strategi investasi senior di US Bank Asset Management Group.
Dia menambahkan, “Pertanyaan kunci bagi investor emas yang bullish adalah apakah tren ini dapat dipertahankan. Perekonomian AS yang masih tumbuh dan sedikit tanda-tanda The Fed akan mempertimbangkan penurunan suku bunga kemungkinan akan mengurangi antusiasme jangka pendek terhadap emas.”
Pada hari Senin, CEO Opimus Octavio Marenzi memperingatkan investor agar tidak mengejar kenaikan emas dan kelas aset lainnya.
“Kesalahan terbesar adalah mengejar pasar dan terlambat satu hari untuk mendapatkan kelas investasi yang sedang naik daun setelah mereka mengalami reli dan lonjakan besar,” kata Marenzi kepada Yahoo Finance Live.
Prediksi Harga Emas
Melansir Kontan, Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong menambahkan, harga emas juga didukung oleh sentimen permintaan safe haven oleh bank sentral.
Informasi saja, bank sentral telah menjadi salah satu pembeli emas terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan rekor tertinggi pada paruh pertama tahun 2023.
Cadangan emas resmi global meningkat 120% dari kuartal ke kuartal dan merupakan total tertinggi kedua pada kuartal ketiga sejak kelompok industri World Gold Council mulai menerbitkan metrik triwulanan.
China merupakan pembeli terbesar, disusul Polandia dan Singapura.
Lukman pun optimistis reli harga emas akan bersifat jangka panjang, walau harga emas sudah tinggi.
Beriringan dengan kenaikan harga emas, ia memperkirakan juga dapat mengerek naik harga emas Antam. Namun, perlu diperhatikan bahwa harga emas Antam juga dipengaruhi pergerakan rupiah.
“Sehingga apabila kenaikan harga emas dunia lebih tinggi dibandingkan penguatan rupiah, maka harga emas Antam diperkirakan akan ikut naik,” sebutnya.
Lukman menilai, harga emas akan kembali naik paling tidak ke level $2.200 – $2.300 tahun depan. Lalu dengan asumsi nilai tukar rupiah di kisaran Rp 15.500 per dolar AS, harga emas Antam akan berkisar di Rp 1.225.000 sampai Rp 1.280.000.
Ilustrasi pergerakan harga emas dunia yang mendekati level tertingginya dalam tujuh bulan
Jakarta – Harga emas dunia mendekati level tertinggi dalam tujuh bulan pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta). Harga emas dunia naik tipis karena ekspektasi bahwa Bank Sentral AS The Fed akan memangkas suku bunga pada paruh pertama tahun depan. Hal ini meningkatkan prospek logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Pada Kamis (30/11/2023), harga emas dunia naik tipis 0,2% menjadi $2.044,18 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 5 Mei 2023. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,3% ke level $2.045,80.
“Keyakinan saat ini adalah bahwa The Fed sudah selesai menaikkan suku bunga dan penurunan suku bunga akan dilakukan pada tahun 2024. Jika data mendukung atau melemahkan argumen tersebut, kita akan melihat pasar emas melakukan hal yang sama,” lanjut dia.
Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan permintaan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Para pedagang sekarang memperkirakan kemungkinan lebih dari 70% pelonggaran suku bunga pada bulan Mei, naik dari 50% pada hari Selasa, menurut FedWatch Tool dari CME.
Gubernur Fed Christopher Waller pada hari Selasa menandai kemungkinan penurunan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Kurs Dolar Berdampak ke Harga Emas
Indeks dolar (.DXY) naik 0,2% hari ini tetapi siap untuk menandai kinerja bulanan terburuknya dalam setahun. Melemahnya kurs dolar membuat harga emas lebih murah bagi pembeli di luar negeri.
Hal lain yang juga membantu harga emas adalah imbal hasil Treasury 10-tahun yang menjadi acuan, turun ke level terendah dalam dua bulan.
Pengeluaran Konsumsi Pribadi
Investor akan memantau data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS pada hari Kamis, yang merupakan indikator inflasi pilihan The Fed, untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut mengenai prospek suku bunga.
“Selain kekhawatiran ekonomi, suku bunga, dan geopolitik jangka pendek, fokus investor emas AS kemungkinan akan beralih ke kondisi pasar keuangan”, kata Ryan McIntyre, manajer portofolio senior di Sprott Asset Management.
Harga Emas Antam
Grafik harga emas Antam, 30 November 2023 08:15 WIB
Emas Antam yang menjadi acuan harga emas di Indonesia terpantau mengalami penurunan sebesar Rp 4.000 menjadi Rp 1.120.000 pada Kamis (30/11) pukul 08:15 WIB.
Penurunan dengan nomimal yang sama juga terjadi pada harga buyback yang hari ini dibanderol Rp 1.019.000 per gram.
Seperti dilihat pada grafik harga di atas, sang Logam Mulia mengawali bulan November 2023 ini di level Rp 1.123.000. Setelah menyentuh Rp 1.126.000 yang merupakan level tertinggi di bulan ini, emas Antam sempat terjun bebas ke level Rp 1.084.000 (turun Rp 39.000).
Akan tetapi, emas Antam secara perlahan bangkit kembali dan menutupi akhir bulan November 2023 di level Rp 1.120.000 (hanya turun Rp 3.000 di bulan ini).
Kamu dapat memantau pergerakan harga emas yang di-update setiap 10 menit di halaman depan situs hargaemas.com »
Emas batangan Logam Mulia edisi batik sedang diperlihatkan kepada publik
JAKARTA — Harga emas bertahan hampir stabil pada penutupan perdagangan Selasa (24/10/2023) waktu setempat, setelah mencapai level tertinggi lima bulannya pada pekan lalu. Sementara itu, investor terus mencermati data ekonomi AS yang akan dirilis pada Kamis dan Jumat pekan ini.
Seperti dilansir dari Blomberg, Rabu (25/10/2023), kontrak emas untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange turun 0,22% ke $1.981,80 per troy ounce. Adapun, harga emas spot turun tipis 0,01% ke posisi $1.970,74.
Ilustrasi emas Antam yang hari ini mencatat harga tertingginya sepanjang sejarah
HargaEmas.com – Harga emas Antam hari ini, Jumat (20/10/2023), mengalami kenaikan sebesar Rp 12.000 per gram menjadi Rp 1.112.000. Untuk diketahui, harga yang dicatatkan hari ini merupakan harga tertinggi emas Antam sepanjang sejarah!
Untuk pecahan yang terkecil ukuran 0,5 gram saat ini berada di harga Rp 606.000, sementara harga emas 10 gram dibanderol sebesar Rp 10.615.000. Lebih lanjut, untuk ukuran emas yang terbesar yakni 1 kg (1.000 gram) dipatok di harga Rp 1.052.600.000.
Emas semakin kehilangan kemilaunya sejak turun dari level psikologis $1.900.
Jakarta – Harga logam mulia makin anjlok. Sang emas bahkan jatuh ke level terendahnya dalam enam bulan. Harga emas di pasar spot pada perdagangan Kamis (28/9/2023) ditutup di $1.864,56 per troy ons, turun 0,54%. Level ini merupakan level terendah sejak 9 Maret 2023 atau lebih dari enam bulan terakhir.
Pada perdagangan Jumat (29/9/2023) pukul 06:00 WIB, harga emas berada di level $1.864,29, melemah tipis 0,01%. Pelemahan tersebut memperpanjang derita emas yang juga ambruk sejak perdagangan hari Senin. Dalam lima hari terakhir, emas sudah melemah 3,15%.
Jakarta – Mengawali pekan ini, harga emas Antam mengalami penurunan sebesar Rp 1.000 per gram pada perdagangan Senin (25/9/2023). Harga emas terpantau dijual di level Rp 1.078.000 untuk pecahan 1 gram.
Penurunan harga juga terjadi pada buyback, di mana pemilik emas batangan Antam akan mendapatkan harga Rp 958.000 per gram, turun Rp 1.000 dari hari sebelumnya.
Pramuniaga memperlihatkan emas batangan Antam 100 gram kepada calon pembeli
Jakarta – Harga emas Antam hari ini (Kamis, 21 September 2023) stagnan di level Rp 1.080.000 per gram. Sementara, harga jual kembali (buyback) dibanderol sama seperti harga kemarin yakni Rp 960.000 per gram.