Jakarta – Harga emas kembali mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) diproyeksi melakukan pendekatan yang lebih agresif untuk mengatasi inflasi.
Dikutip dari Bloomberg, Kamis (27/1/2022), harga emas ditutup melemah pada hari Kamis setelah jatuh 1,5% pada sesi sebelumnya. Sebab, Gubernur The Fed Jerome Powell tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga di setiap pertemuan untuk mengendalikan inflasi.
Jakarta – Emas merupakan salah satu instrumen keuangan yang sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga dan mata uang dolar AS. Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil apapun.
Keuntungan yang diperoleh dari emas hanya mengandalkan capital gain atau fluktuasi harganya karena tak seperti saham yang memberikan dividen atau obligasi yang membayar kupon secara periodik.
Ilustrasi pergerakan harga emas yang diramal bakal makin mengkilap
Jakarta – Prospek harga emas terlihat lebih baik memasuki minggu ketiga tahun 2022. Ancaman inflasi akhirnya mendorong emas lebih tinggi karena investor memperkirakan tekanan harga akan terus meningkat.
Harga emas berjangka Comex Februari terakhir diperdagangkan pada $1.816,90, naik lebih dari 1 persen pada minggu ini.
Rekomendasi harga emas minggu ini 10-14 Januari 2022
Jakarta – Harga emas sempat bertahan di dalam ketinggiannya di $1.830 sebelum keluarnya risalah pertemuan FOMC AS pada hari Kamis dini hari, namun segera turun tajam setelah keluarnya risalah pertemuan FOMC AS yang hawkish. Harga emas jatuh ke bawah $1.800 dan terus tertekan sampai hari Jumat minggu lalu dan di perdagangkan di $1.796.
Setelah turun lebih dari $35 pada minggu lalu sebagai respon atas risalah pertemuan FOMC Federal Reserve AS yang lebih agresif, sentimen yang hawkish dari the Fed kemungkinan sudah mencapai puncaknya. Bila hal ini benar, maka ini adalah signal yang positif untuk memperhatikan tren naik harga emas.
Emas mengalami penurunan mingguan sebesar 1,7 persen di minggu pertama 2022
JAKARTA – Harga emas naik tipis dari posisi terendah tiga minggu pada hari Jumat (7/1) setelah data menunjukkan pertumbuhan pekerjaan Amerika Serikat di bulan Desember 2021 lebih lambat dari yang diharapkan bahkan ketika Federal Reserve mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang lebih cepat, yang mengirim emas ke jalur untuk penurunan mingguan.
Pada Jumat (7/1), emas spot ditutup naik 0,5% menjadi US$ 1.796,55 per ons troi. Sementara, emas berjangka untuk kontrak pengiriman Februari 2022 ditutup menguat 0,5% ke US$ 1.797,40 per ons troi.
JAKARTA – Harga emas dunia tergelincir pada perdagangan Kamis, menghapus kenaikan sebelumnya, karena imbal hasil obligasi AS yang kembali naik.
Mengutip CNBC, Kamis (6/1/2022) harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD1.810,56 per ounce. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat menetap 0,6% lebih tinggi menjadi USD1.825,10 per ounce.
Harga emas diprediksi naik di tahun 2022 walaupun The Fed akan menaikkan suku bunga
Harga emas di 2022 diprediksi akan bergerak dalam zona hijau. Aset berkilau ini diyakini akan melanjutkan uptrend bullish jangka panjangnya di tahun ini.
Melansir Kitco News, Minggu (2/1/2022), Kepala strategi emas di State Street Global Advisors, George Milling-Stanley memprediksi harga emas akan diperdagangkan pada level US$ 1.800 dan US$ 2.000 per ounce pada 2022. Bahkan dia menilai harga emas bisa mencapai lebih dari US$ 2.000 per ounce menuju rekor tertinggi yang baru.
Jakarta – Harga emas dunia turun tipis pada perdagangan pagi ini. Keperkasaan dolar AS membatasi pergerakan harga sang logam mulia.
Pada Rabu (29/12/2021) pukul 07:56 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.805,02/troy ons. Turun tipis hampir flat di 0,02% dibandingkan posisi hari sebelumnya.