Kategori
Berita Opini

Harga Emas Jatuh Jelang Hasil Kebijakan Moneter The Fed

Emas perhiasan diperlihatkan di toko emas

Jakarta – Harga emas jatuh pada akhir perdagangan Kamis (17 Maret) pagi WIB, menjelang pengumuman hasil pertemuan kebijakan moneter The Fed di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga serta harapan kemajuan dalam pembicaraan Rusia-Ukraina, dengan meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah menambah tekanan terhadap logam kuning.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange tergelincir 20,5 dolar AS atau 1,06 persen, menjadi ditutup pada $1.909,20 per ounce.

Kategori
Berita Opini

Harga Emas Turun Lagi dan Bakal Lanjut Turun, Lepas Dulu?

Kenaikan harga emas terhenti setelah sudah naik sangat tinggi pada pekan lalu

Jakarta – Harga emas dunia masih bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Pada Senin (14/3/2022) pukul 06:20 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.983,66/troy ons. Melemah 0,66% dari posisi akhir pekan lalu.

Pada hari Jumat (11/3/2022), harga emas ditutup melemah 0,53% ke US$ 1.985,29/troy ons. Penurunan harga emas ini terjadi karena kenaikannya yang sudah sangat tinggi pada pekan sebelumnya serta kekhawatiran pasar akan langkah agresif bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve/The Fed dalam menaikkan suku bunga.

Kategori
Berita Opini

Emas Naik $12 Setelah Perundingan Rusia-Ukraina Minim Kemajuan

Harga emas naik 12 dolar dan bertahan di atas 2.000 dolar AS

JAKARTA – Emas menguat sedikit di atas level psikologis 2.000 dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (11/3) pagi, bangkit dari penurunan tajam sesi sebelumnya, karena daya tarik safe-haven emas didukung oleh kurangnya kemajuan dalam perundingan antara Rusia dan Ukraina dan data inflasi AS yang lebih tinggi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak $12,2 (+0,61%) dan ditutup di $2.000,40 per ounce.

Kategori
Berita Opini

Harga Emas Anjlok $55 Karena Aksi Ambil Untung

Aksi ambil untung membuat harga emas anjlok sebesar 55 dolar AS

JAKARTA – Harga Emas anjlok hampir tiga persen pada akhir perdagangan Kamis (10/3) pagi WIB, karena penurunan harga minyak membantu aset-aset berisiko rebound yang didorong oleh perang di Ukraina dan investor mengambil keuntungan setelah lima sesi beruntun naik.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, turun tajam $55,1 atau 2,7% menjadi ditutup pada $1.988,2 per troy ounce.

Kategori
Berita Opini

Emas Tembus 2.000 Dolar

Harga emas ditutup di atas 2.000 dolar untuk pertama kalinya sejak Agustus 2020

Jakarta – Emas memperpanjang reli menembus level psikologis 2.000 dolar pada akhir perdagangan Rabu (9/3) pagi WIB, setelah investor memborong logam mulia di tengah meningkatnya kekhawatiran seputar krisis Rusia-Ukraina, dengan AS dan Inggris mengatakan mereka akan melarang minyak dari Moskow dan meningkatnya risiko inflasi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange melonjak $47,4 (2,37%) menjadi ditutup pada $2.043,30 per ounce. Emas menetap di atas angka 2.000 dolar untuk pertama kalinya sejak Agustus 2020. Akan tetapi, angka penutupan ini masih berada di bawah rekor tertinggi 2.069,40 dolar pada 6 Agustus 2020.

Kategori
Berita Opini

Wadidaw! Harga Emas Mendekati Level Psikologis $2.000

Permintaan atas emas sebagai safe haven terus naik di tengah perang Rusia dan Ukraina

JAKARTA – Harga Emas melonjak lagi di dekat level psikologis 2.000 dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (8/3) pagi WIB, karena kian meningkatnya agresi Rusia di Ukraina meningkatkan risiko geopolitik yang mendorong permintaan safe-haven terhadap emas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak $29,3 atau 1,49 persen dan ditutup di level $1.995,90 per ounce. Ini merupakan harga penutupan emas tertinggi sejak pertengahan Agustus 2020.

Kategori
Berita Opini

Krisis Ukraina Dorong Emas Terbang 43 Dolar

Emas terbang 43 dolar akibat krisis di Ukraina

Jakarta – Harga emas kembali melonjak pada akhir perdagangan Rabu (2/3) pagi WIB, ketika sanksi Barat terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina kian meluas meningkatkan kekhawatiran atas dampaknya terhadap perekonomian yang kian memburuk sehingga mendorong permintaan atas aset safe-haven emas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, melonjak 43,1 dolar AS atau 2,27 persen, menjadi ditutup pada 1.943,80 dolar AS per ounce. Ini merupakan angka penutupan tertinggi dalam 13 bulan sejak 5 Januari 2021, menurut data FactSet.

Kategori
Berita Opini

Emas Atau Bitcoin? 4 Hal Ini Bisa Jadi Pertimbangan yang Tepat

Lebih pilih emas atau bitcoin sebagai instrumen investasi

Jakarta – Sejak dulu, investasi emas memang sudah populer dan digunakan untuk menjaga nilai aset agar semakin tidak turun. Namun, seiring waktu, banyak investor yang mulai tertarik untuk menggunakan Bitcoin sebagai aset, termasuk para investor Bitcoin Indonesia.

Kedua jenis investasi ini memang menggiurkan karena bisa menjaga nilai aset kita di masa depan agar tetapi bisa bertahan, terutama ketika kondisi ekonomi sedang lemah. Tidak heran bila Bitcoin pun kerap dijuluki sebagai “emas digital”.

Sekilas, emas dan Bitcoin memang memiliki fungsi yang sama. Namun, mana sebenarnya investasi yang lebih menguntungkan dan aman di masa depan?

Kategori
Berita Emas Antam Opini

Harga Emas Masih Bisa Bullish Tanpa Sentimen Rusia-Ukraina

Ilustrasi grafik harga emas yang dalam tren penguatan akibat ketegangan antara Rusia dan Ukraina

Jakarta – Hubungan Rusia dan Ukraina semakin memanas. Kondisi politik tersebut membuat harga emas masuk dalam tren menguat paling tidak untuk jangka pendek.

Mengutip data Bloomberg, Kamis (17/2), harga emas di Commodity Exchange kontrak pengiriman April 2022 sempat menyentuh rekor tertinggi di US$ 1.902 per ons troi. Namun, di Jumat (18/2) harga terkoreksi 0,12% ke US$ 1.899 per ons troi.

Kategori
Berita Opini

Pertemuan AS-Rusia Membuat Harga Emas Tergelincir dari $1.900

Pertemuan antara Amerika Serikat dan Rusia pekan depan membuat emas tergelincir dari level $1.900

JAKARTA – Harga emas tergelincir dari level psikologis $1.900 pada hari Jumat (18/2). Pertemuan Rusia dan Amerika Serikat (AS) pekan depan berpotensi mendinginkan permintaan atas si kuning sebagai safe-haven.

Meski begitu, krisis Ukraina telah membuat emas mengalami kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,3% menjadi $1.891,72 per ons troi pada 0725 GMT, setelah menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan di $1.902,22 di awal sesi.