Kategori
Berita Opini

Harga Emas Sulit Bangkit, Akhir Perang Iran Jadi Kunci Pemulihan

BAGIKAN:
Ilustrasi emas batangan

Jakarta – Harga emas dunia masih menghadapi tekanan dan belum menunjukkan sinyal kuat untuk kembali menguat. Menurut Rob Haworth, Senior Investment Strategist di U.S. Bank Wealth Management, harga emas berpeluang kembali menuju $5.000 per ons jika perang Iran berakhir dan pasar energi global kembali stabil.

Konflik yang berkepanjangan telah mengubah prioritas banyak negara, sehingga perhatian mereka kini lebih tertuju pada keamanan energi dan stabilitas ekonomi dibandingkan menambah cadangan emas.

Salah satu faktor yang membebani harga emas adalah berkurangnya dorongan pembelian dari bank sentral. Sebelumnya, pembelian emas oleh bank sentral menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga hingga mencetak rekor di atas $5.600 per ons pada awal tahun.

Namun, lonjakan biaya energi dan pangan akibat konflik membuat sejumlah negara harus mengalihkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi yang lebih mendesak. Akibatnya, permintaan emas dari sektor resmi belum cukup kuat untuk menopang kenaikan harga yang signifikan.

Selain itu, penguatan dolar AS dan suku bunga riil yang tinggi turut membatasi daya tarik emas. Sebagai aset yang tidak memberikan bunga, emas cenderung kurang diminati ketika instrumen berbunga menawarkan imbal hasil yang lebih menarik.

Haworth menilai kebijakan Federal Reserve yang masih berfokus mengendalikan inflasi dapat menjaga dolar AS tetap kuat. Ia juga memperkirakan kenaikan suku bunga masih mungkin terjadi, meskipun keputusan tersebut tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi, terutama inflasi.

Meski prospek jangka pendek masih menantang, daya tarik emas sebagai aset cadangan jangka panjang dinilai belum hilang. Pemulihan harga akan sangat bergantung pada berakhirnya konflik Iran, stabilisasi perdagangan global, serta kembalinya pembelian emas oleh bank sentral.

Untuk saat ini, ketidakpastian geopolitik belum otomatis mendorong kenaikan harga karena dampaknya terhadap biaya energi, inflasi, dan kebutuhan likuiditas justru menambah tekanan. Tanpa munculnya faktor pendorong baru, harga emas berpotensi masih bergerak di bawah tekanan dalam waktu dekat.

Untuk mengetahui harga terkini, silakan kunjungi halaman utama situs hargaemas.com yang menampilkan harga emas dunia dan juga harga emas Antam hari ini beserta grafik.

BAGIKAN:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *