HargaEmas.com – Harga emas dunia lagi-lagi merosot pada perdagangan Kamis, karena data klaim pengangguran mingguan Amerika yang menurun.
Mengutip CNBC, Jumat (8/10/2021) harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD1.757,30 per ounce sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,2 persen lebih rendah menjadi USD1.759,2 per ounce.
Emas terpantau bergerak sideways sembari menunggu rilis data tenaga kerja AS
JAKARTA – Harga emas naik dalam perdagangan yang ketat pada hari Rabu (6/10), setelah turunnya imbal hasil US Treasury. Meskipun dolar yang lebih kuat membatasi kenaikan logam safe-haven, dengan investor menunggu data pasar tenaga kerja AS yang akan dirilis akhir pekan ini.
Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,1% pada US$1.760,78 per ons troi pada 13:38. EDT, berbalik dari level terendah sesi sebelumnya di US$1.744,84. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,1% pada US$1.761,8.
Kenaikan Dolar AS dan obligasi mendorong emas turun
JAKARTA – Kenaikan imbal obligasi pemerintah AS dan penguatan USD merusak daya tarik logam safe-haven. Akibatnya, harga emas jatuh pada akhir perdagangan Selasa (Rabu, 6 Oktober pagi WIB).
Harga emas terpukul bahkan ketika para investor masih menunggu data penggajian (payrolls) non-pertanian AS yang akan dirilis akhir pekan ini.
Emas diperkirakan akan anjlok jika tapering resmi dilakukan di akhir tahun ini.
JAKARTA – Harga emas spot masih melemah di sepanjang tahun ini. Merujuk Bloomberg, secara year to date, harga emas spot setahun ini sudah turun sebanyak 7,27%.
Harga emas spot tertinggi berada di angka US$ 1.950 per troi ons di awal Januari 2021. Harga terendah emas spot berada di angka US$ 1.683 per troi ons di Maret 2021.
NEW YORK – Harga emas menguat pada hari Jumat karena dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dan kekhawatiran tentang kenaikan inflasi serta risiko terhadap pertumbuhan melawan taruhan untuk kenaikan suku bunga. Alhasil, emas pun berada di jalur untuk kenaikan mingguan.
Jumat (1/10), harga emas spot ditutup naik 0,23% menjadi US$ 1.760,98 per ons troi. Ini membuat emas menguat 0,6% sepanjang pekan ini.
Jatuhnya nilai tukar Dolar AS berimbas pada naiknya harga emas
JAKARTA – Harga emas naik lebih dari 2 persen pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta), setelah nilai tukar dolar AS jatuh karena angka mingguan pekerjaan AS yang suram.
Namun, kenaikan ini belum bisa mengimbangi pelemahan yang telah dibukukan sebelumnya karena ekspektasi pengurangan dukungan ekonomi dari Bank Sentral AS The Fed.
Emas turun lagi 1 persen dan menyentuh level terendah dalam 7 minggu
JAKARTA – Harga emas turun lebih dari 1 persen mencapai level terendah tujuh minggu pada hari Selasa. Penurunan ini karena dolar menguat dan imbal hasil Treasury AS melonjak di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan oleh Federal Reserve.
Dikutip dari CNBC, Rabu (29/9/2021), harga emas di pasar spot turun 0,8 persen pada USD 1.736,81 per ons pada 13:43. EDT, setelah jatuh ke level terendah sejak 11 Agustus ke USD 1.726,19 di awal sesi.