Harga Emas Hari Ini

Baca: Joe Biden Tebar Duit US$ 1,9 T, Emas Antam Bisa Melesat Lagi Nih!

Emas Spot16 Jan 2021 04:30
USD/ozUSD/IDRIDR/grHi-Lo
1.827,30
-4,00
14.097,70
+5,36
828.227
-1.497
829.725
827.674

Blog »

Joe Biden Tebar Duit US$ 1,9 T, Emas Antam Bisa Melesat Lagi Nih!

Kabar gembira bagi emas datang dari Amerika Serikat kemarin. Presiden AS terpilih Joe Biden pada Kamis waktu setempat mengumumkan akan menggelontorkan paket stimulus fiskal senilai US$ 1,9 triliun. Efeknya sudah langsung terlihat, pagi ini harga emas dunia menguat 0,23 persen. Dengan tambahan stimulus fiskal, maka jumlah uang yang beredar di AS akan bertambah, dan secara teori dolar AS akan melemah.

Harga Emas Turun Tipis, Komentar The Fed Tahan Kerugian

Harga emas melemah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat, 15 Januari 2021 pagi WIB), menyusul aksi ambil untung dari lonjakan sesi sebelumnya, namun komentar Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang memperkuat harapan lingkungan suku bunga yang lebih rendah dan prospek lebih banyak stimulus AS, menahan kerugian lebih lanjut. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange turun $3,5 atau 0,19% menjadi ditutup pada $1.851,40 per ounce.

Alamak! Kena PHP Lagi, Harga Emas Nyungsep Lagi Gaes

Harga emas terus tertekan. Sekarang harga logam mulia tersebut sudah ditransaksikan di bawah level US$ 1.850/troy ons. Hanya dalam kurun waktu kurang dari 10 hari harga emas sudah longsor US$ 100/ounce. Kamis (14/1/2021), harga emas terpangkas 0,28 persen. Di pasar spot harga bullion dipatok di US$ 1.836,5/troy ons. Di sepanjang pekan ini harga emas sudah drop 0,53 persen.

Emas Naik 10 Dolar Dipicu Kekhawatiran Inflasi dari Stimulus

Harga emas menguat pada akhir perdagangan Kamis 14 Januari 2021 pagi WIB, bangkit dari penurunan sehari sebelumnya, didukung oleh data yang menunjukkan kenaikan harga konsumen di Amerika Serikat dan ekspektasi bahwa lebih banyak stimulus fiskal dari pemerintahan Joe Biden dapat memicu inflasi yang lebih tinggi. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, terangkat $10,7 atau 0,58 persen menjadi ditutup pada $1.854,90 per ounce.

Dolar AS Loyo & Bitcoin Ambrol, Emas Siap Tancap Gas

Harga emas di pasar spot menguat pada pagi hari ini, Rabu (13/1/2021). Dolar AS yang mulai kendor memberi momentum emas untuk naik. Di saat yang sama, Bitcoin yang belakangan menjadi saingan emas anjlok signifikan alias crash. Harga emas dunia menguat 0.13% ke US$ 1.858,96/troy ons. Indeks dolar yang menjadi tolok ukur greenback drop 0,41%. Emas sempat anjlok dari level tertingginya dalam dua bulan saat indeks dolar mengalami technical rebound dan menyentuh level 90.

Emas Antam vs Emas UBS, Pilih Mana?

Bagi kalian yang ingin berinvestasi emas batangan, setidaknya ada pilihan 2 merek emas batangan yang terkenal di Indonesia, yakni emas Antam dan emas UBS. Nah, kali ini kami akan mengulas kedua emas tersebut dari 7 aspek, yaitu perusahaan yang memproduksi, kadar emas, pecahan yang dicetak, dimensi, sertifikat, kemasan dan harga.

Seputar Harga Emas

Harga emas hari ini merupakan kompilasi antara data harga emas terkini di New York dan kurs dolar USD ke rupiah IDR yang di update setiap 10 menit. Kami juga menampilkan harga emas Antam yang merupakan acuan harga emas di Indonesia pada saat orang ingin menjual atau membeli emas. Sebagai tambahan, kamu juga dapat membandingkan data tersebut dengan data dari Pegadaian.

Satu hal yang perlu diingat bahwa harga beli dan jual pada saat kamu melakukan transaksi mungkin tidak sama dengan data di atas. Hal ini bergantung pada penjual atau toko emas masing-masing dikarenakan mereka mempunyai hak dan kebebasan dalam menentukan harga mereka.

Dengan mengecek hargaemas.com, kamu mempunyai patokan harga pada saat akan membeli atau menjual emas. Berdasarkan pengalaman pribadi Admin HargaEmas.com, toko emas biasanya menaikkan harga jual atau menurunkan harga beli sekitar Rp 2.000 sampai Rp 5.000 per gram dari harga beli kembali emas Antam. Sedangkan harga jual dan beli kembali emas Antam tetap sama seperti yang tercantum di atas.

Untuk diketahui, harga emas di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya kurs rupiah, permintaan atas emas, tingkat suku bunga, tingkat inflasi, harga minyak dan tentunya isu ekonomi dan global.

Alasan utama investor berinvestasi emas adalah emas dianggap sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven). Sejarah telah membuktikan bahwa emas dapat mempertahankan nilainya di saat keadaan politik yang tidak stabil, ketidakpastian pasar modal dan pasar uang, maupun saat resesi ekonomi. Lebih lanjut, emas lebih likuid dalam arti emas sangat mudah diuangkan pada saat kamu membutuhkan dana. Tidak butuh waktu yang lama untuk menjual emas dan mendapatkan dana yang dibutuhkan.